Search

  • Grab My Button

    RIYW

    Senin, 07 Juli 2014

    ITS BEEN A WHILE




    So i decided to write again..
    Haii yang baca (if any) sudah lama kita gak bersua ~~~~
    Basically saya udah nggak nyentuh blog ini lama banget , mungkin terakhir 1 tahun yang lalu , tbh bukanya saya gamau nulis , lebih sering saya gapunya waktu dan malesszt.
    Selama saya menghilang , whihiw my life was so hectic , saya naik kelas 3, saya ada karya tulis sama Ujian Nasional , bener-bener no time to write , let alone writing i dont even have any time to properly rest .

    So i have kabar buruk sama kabar gembira , Well Good News first : i did a satisfactory job in national exam.,well not the best in my school but i can say i’m in top 7? MOVING ON , Bad News : i didnt get accepted to my desired college through snmptn. Yes i’ve always wanted to go to Todai (read my late post) , but i decided that i want to go to ITB for my bachelor degree . its sad that i didnt get accepted. So saya akhirnya ngikut tes untuk masuk PTN jalur mandiri , Ya Allah , sempet kepikiran kalo saya gak keterima salah satu saya gatau mau ngapain , saya takut semuanya serba gak jelas .

    But then again Allah saved me , so what kalo gue gak keterima ? rest assured your god is there wait for His beautiful scenario , mungkin kalo itu semua bakal kejadian heuu..akan susah untuk belajar ikhlas dan nerima semua keputusan Allah , tapi InsyaAllah , Tuhan saya ngerti hambanya gimana , yang tau saya bakal ngapain kalo saya keterima/ gak keterima juga Dia. Jadi saya bisa tenang legowo heuheuheu , lagian selama ini saya gak pernah pusing sama yang kaya gitu gitu , saya lupa dulu saya percaya full sama Allah,kenapa sekarang nggak?.

    And my highschool life came to a close , i dont know jujur aja saya gak tau bakal kangen ipa 1 atau nggak, not the type of person to love anything so easily , gue benci some part of ipa 1 , but i’ll treasure some of it too.

    Yah Lastly doain gue biar sukses , doain biar masuk universitas yang terbaik , doain semoga semua jalan yang bakal gue pilih adalah jalan Allah, well kita idup kan goalnya mencari rido Allah dan menghindari siksa neraka (ejie).

    I’ll try to start anew with my univ.life , i’ll try wearing off my masks and facades,and be more open minded and true to myself , sorry guys 2 tahun ini mungkin ada beberapa kali gue bukan bella tapi alter egonya bella, but still wheter its me or not , if i love you , then it means i trullllyyyy do. :D

    I wont hurt anyone by locking up my opinion and feelings ever again.promise.
    Pesen buat temen temen cewek , pake tuh jilbab , ayo tanggung jawab sama keputusan lu jadi muslimah , belajar bit by bit , gue juga masih belajar doain gue biar istqomah , gue doain lu juga biar pada pake . kalo lu bilang itu pilihan lu untuk gak pake, its okay, gue ngerti , tapi berarti lu milih untuk meninggalkan tanggung jawab lu , dan you really dont deserve a respect if dats your choice. Jangan kebawa sama pergaulan yang jahat , aneh gapapa asal gak jahat wkwkwk.

    Alhamdullilah selesai postinganyaaa , thank you miLord :* , i’ll write more often from noww.promise. Wassalamualaikum .

    Selasa, 18 Juni 2013

    Hidrolisis Garam




    I.   STANDAR KOMPETENSI :
    Memahami sifat – sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya

    II.   KOMPETENSI DASAR :
    Menentukan jenis garam yang  mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut

    III.   TUJUAN :
    Untuk mengetahui sifat larutan garam yang terhidrolisis

    IV.   TEORI :
    Hidrolisis adalah  peristiwa penguraian garam oleh air membentuk basa dan asamnya kembali. Larutan garam ada yang bersifat asam, basa atau netral, tergantung dari asam – basa penyusunnya.
    ·    Garam yang terbentuk dari asam lemah  dan basa kuat mengalami hidrolisis sebagian (hidrolisis     sebagian)
    ·    Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah juga mengalami hidrolisis sebagian
    ·    Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total.
    Garam yang terbentuk dari basa kuat dan asam kuat dalam larutan tidak mengalami hidrolisis sehingga konsentrasi ion H+ dan OH- dalam larutan  adalah sama dan larutan garam ini bersifat netral (pH = 7).
    Untuk mengetahui  sifat larutan garam, dapat dilakukan melalui kegiatan berikut.

    V.   ALAT DAN BAHAN :
    1.   Lempeng Tetes
    2.   Pipet Tetes
    3.   Kertas Lakmus merah dan Biru
    4.   Larutan KCl 1 M
    5.   Larutan NaCH3COO 1 M
    6.   Larutan NH4Cl 1 M
    7.   Larutan Na2CO3 1 M
    8.   Larutan Al2(SO4)3 1 M

    VI.   CARA KERJA :
    1.   Siapkan masing – masing larutan
    2.   Setiap larutan diteteskan dalam lempeng tetes sekitar 10 tetes
    3.   Periksa larutan dengan mencelupkan kertas saring merah dan biru
    4.   Amati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus

    VII.   HASIL PENGAMATAN :
    NO.
    LARUTAN
    PERUBAHAN WARNA
    SIFAT
    LAKMUS MERAH
    LAKMUS BIRU
    1.
    KCL
    Tetap
    Tetap
    Netral
    2.
    NaCH₃COO
    Tetap
    Merah
    Asam
    3.
    NH₄Cl
    Tetap
    Merah
    Asam
    4.
    Na₂CO₃
    Biru
    Tetap
    Basa
    5.
    Al₂(SO₄)₃
    Biru
    Tetap
    Basa

    VIII.   PERTANYAAN :
    1.      Garam manakah yang mengalami hidrolisis sebagian dan garam yang tidak terhidrolisis?
          Jawab:
    • Hidrolisis Garam : Ialah reaksi garam oleh air. 
    • Hidrolisis Sebagian : NaCH₃COO, NH₄Cl, Na₂CO 
    • Tidak Terhidrolisis : KCl
    2. Tuliskan reaksi garam yang mengalami hidrolisis !
         Jawab:
    • NaCH₃COO —> Na⁺ + CHCOO.  CH₃COO⁻ + H₂O —> CH₃COOH + OH⁻
    • Na₄Cl —> NH₄⁺ + Cl⁻NH₄⁺ + H₂O —> NH₄OH + H⁺
    • Na₂CO₃ —> 2Na⁺ + CO².  CO₃²⁻ + H₂O —> H₂CO₃  + OH⁻
    • Al₂(SO₄)₃ —> 2Alᵌ  + SO₄²⁻2Alᵌ⁺ + H₂O —> Al(OH)₃ + H⁺
    IX.             KESIMPULAN :
    Asam dapat memerahkan lakmus biru. Basa dapat membirukan lakmus merah. Garam yang terbentuk dari basa kuat dan asam kuat dalam larutan tidak mengalami hidrolisis sehingga konsentrasi ion H⁺ dan OH⁻ dalam larutan adalah sama dan larutan garam ini bersifat netral (Ph= 7)

    ^^ Kelompok 1 :
    -Achmad galih
    -Alfathan R.
    -Berliana B.P
    -Dewi Nanseti
    XI IPA 1

    Minggu, 31 Maret 2013




    TITRASI ASAM – BASA
    STANDAR KOMPETENSI : Memahami sifat – sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya
    KOMPETENSI DASAR      : Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dan hasil titrasi asam basa
    I. Tujuan
    A.Menentukan konsentrasi HCl dan larutan NaOH
    B.Menentukan kadar asam asetat dalam cuka dapur dengan titrasi asam basa
    II. Teori
    Titrasi adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan kadar suatu suatu larutan. Dalam titrasi zat yang akan ditentukan konsentrasinya dititrasi oleh larutan yang konsentrasinya diketahui dengan tepat dan disertai penambahan indicator. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut larutan baku atau larutan tandar, sedangkan indicator adalah zat yang memberikan tanda perubahan pada saat titrasi berakhir yang dikenal dengan istilah titik akhir titrasi.
    Berdasarkan pengertian titrasi, maka titrasi asam basa merupakan metode penentuan kadar larutan asam dengan zat peniter (titrant) suatu larutan basa atau penentuan kadar larutan basa dengan zat peniter(titrant) suatu larutan asam, dengan reaksi umum yang terjadi ;
    Asam + Basa —> Garam + Air
    Reaksi penetralan ini terjadi pada proses titrasi. Titik akhir titrasi adalah kondisi pada saat terjadi perubahan warna dari indicator. Titik akhir titrasi diharapkan mendekati titik ekivalen  titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa. Dengan demikian, pada keadaan tersebut (titik ekivalen) berlaku hubungan :
    Va.Ma.a = Vb.Mb.b
    Va = Volume asam (L)
    Ma=Molaritas asam
    Vb = Volume basa (L)
    Mb = Molaritas basa
    a = valensi asam, b = valensi basa
     Pada percobaan ini, akan ditentukan konsentrasi HCl dalam Molar dengan menggunakan larutan NaOH dan indikator fenolftalein.
    Titrasi Asam kuat dengan Basa kuat
    Titrasi Larutan HCl 0,1 M oleh larutan NaOH 0,1 M
    Reaksi : HCl + NaOH —> NaCl+ H2O
    Percobaan B : Penentuan kadar asam asetat dalam cuka dapur
    Titrasi larutanCH3COOH oleh larutan NaOH 0,1 M
    Reaksi : CH3COOH + NaOH —–> CH3COONa + H2O
    Reaksi ion bersih : CH3COOH + OH- —–> H2O + CH3COO-
    Dalam titrasi ini dipilih indikator PP (fenolftalein). Pemilihan indikator tergantung pada titik setara (ekivalen) dan titik akhir titrasi. Indikator PP mempunyai selang pH = 8,3 – 10,0. Pada kondisi asam (pH < 7), indikator pp tidak memberi perubahan warna, sedang pada kondisi basa (pH>7) indikator PP memberi warna merah muda.
    III. Alat dan Bahan
    A. Alat :
    1.      Labu erlenmayer 125 ml
    2.      Pipet Volumetrik 10 ml
    3.      Buret
    4.      Labu ukur
    5.      Statif dan Klem
    6.      Corong Kecil
    7.      Botol Semprot
    8.      Pipet tetes
    9.      Gelas Kimia 100 ml
    B. Bahan :
    1.      Larutan HCl 0,1 M
    2.      Larutan asam cuka
    3.      Larutan  NaOH 0,1 M
    4.      Indikator PP
    IV.Cara Kerja
    Percobaan A: Titrasi Asam Kuat dan Basa Kuat
    1.      Ambillah sebanyak  10  ml  larutan HCl M dengan ppet volumetrik lalu pindahkan ke dalam labu erlenmayer 125 ml
    2.      Tambahkan sebanyak 5 tetes indikator PP ke dalam labu erlenmayer tersebut
    3.      Siapkan buret, statif dan klem
    4.      Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M tepat ke garis nol
    5.      Buka kran buret secara perlahan sehingga NaOH tepat mengalir ke dalam labu erlenmayer
    6.      Lakukan titrasi sehingga didapatkan titik akhir titrasi (pink muda). Selama penambahan NaOH goyangkan labu erlenmayer agar NaOH merata ke seluruh larutan Amati perubahan warna yang terjadi. Catat volume NaOH yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir titrasi.
    7.      Ulangi langkah 1 dan 6, sehingga di dapatkan dua data titrasi
    Percobaan B : Titrasi Asam cuka  dengan Basa Kuat
    1.      Ambillah 10 ml larutan asam cuka dengan pipet volumetric lalu pindahkan ke dalam labu ukur 100 ml, tambahkan air hingga tanda batas
    2.      Pipet sebanyak 10 ml larutan tersebut ke dalam labu erlenmayer 125 ml, tambahkan 5 tetes larutan indicator PP
    3.      Lakukan titrasi sehingga di dapatkan titik akhir titrasi. Catat volume NaOH yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir titrasi
    4.      Ulangi langkah 2 dan 3, hingga diperoleh dua data titrasi
    V. Hasil Pengamatan
    1. Volume titik akhir titrasi asam kuat- basa kuat
    No.
    Volume HCL
    Volume NaOH
    1.
    10 ml
    8,4
    2.
    10 ml
    8,7
    2. Volume titik akhir titrasi asam cuka – basa kuat
    No.
    Volume asam cuka
    Volume NaOH
    1.
    10 ml
     2
    2.
    10 ml
     2
    VI. PERTANYAAN
    1.      Bagaimana perbedaan titrasi A dan B ditinjau dari pH titik ekivalennya?
    = Titrasi B lebih cepat mengalami titik ekuivalennya, dengan begitu asam lemah dengan basa kuat lebih cepat mengalami titik ekuivalen disbanding dengan asam kuat dan basa kuat.
    2.      Hitunglah konsentrasi larutan HCl dengan data percobaan A
    Va.Ma.Nasam = Vb.Mb.Nbk
    10.0,1.1 = 8,5.Mb.1
    1 = 8,5 Mb
    Mb = 0,12
    3.      Hitunglah konsentrasi larutan Cuka dengan data percobaan B
    Va.Ma.n = Fp.Vb.Mb.n
    10.0,1.1 = 10.2.Mb.1
    1 = 20Mb
    Mb = 0,05
    4.      Mengapa pada setiap titrasi asam basa diperlukan indikator?
    = Untuk memberikan tanda perubahan saat titrasi beraksir
    5.      Buatlah  sketsa grafik pH larutan terhadap volum larutan NaOH
    VII. KESIMPULAN :
    1. asam lemah dengan basa kuat lebih cepat mengalami titik ekuivalen disbanding dengan asam kuat dan basa kuat.

    Buatlah laporan praktikum lengkap individu dalam bentuk blog , in passive voice procedure.  Have a nice work!

    13 Wonder Boys

    Lovely Cousin

    Lovely Cousin